walau sampai ujung dunia ilmu tetap kucari maka pada blog ini bila ada kekurangan dan kesalahan baik tampilan atau isi tulisanku mohon dimaklumi dan kalau perlu memberi solusi terbaik, untuk artikel lain menyusul bila lagi aktip diblog ini, sebagai guru isinya info guru dan siswa. dan yang berhubungan dengan pendidikan, mudahan ini berguna dan memberikan pengalaman bagiku khususnya dan teman lainnya pada umumnya.
Kamis, 05 Juni 2014
Desa Dapat Kucuran Rp1 Miliar
VIVAnews - Wakil Presiden Boediono meminta kepada pemerintah daerah untuk mempersiapkan diri membangun struktur yang baik sebelum Undang-Undang Desa diterapkan pada 2015. Sebab, pemerintah pusat akan menggelontorkan dana yang jumlahnya sebesar Rp1 miliar setiap desa.
"Pelaku-pelaku di desa harus disiapkan, kalau tidak nanti mubazir. Uang banyak tetapi tidak dikelola dengan baik, maka akan terjadi musibah bagi pengelola dan desa," kata Boediono di Hotel Sahid Jakarta, Kamis 5 Juni 2014.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi saat ini masih mempersiapkan Peraturan Pemerintah untuk UU Desa yang sudah disahkan. Jika PP itu sudah diterbitkan, uang Rp1 miliar itu akan mengalir ke desa. Karenanya, menurut Boediono, sistemnya harus dibuat sedemikian rupa agar uang yang mengalir ke desa tidak mubazir.
"Uang yang ke desa jangan menimbulkan banyak masalah. Jangan sampai sistem belum siap banyak uang malah tidak dapat selesaikan masalah," katanya.
Selain dana Rp1 miliar, desa juga akan mendapat dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, sehingga uang yang mengalir akan lebih besar. Namun, PNPM sudah terintegrasi dengan UU Desa, sehingga UU itu bisa menjadi rambu-rambu. Gamawan mengharapkan, dengan adanya PNPM dan UU Desa, partisipasi dan aspek pemberdayaan masyarakat jelas terlihat.
"Jangan sistem pembangunan dan pelaksanaannya di desa terlalu banyak birokrasinya, sehingga terlalu sempit ruang partisipasi masyarakat," katanya. (art)
Memaknai Sepenuh Hati Hari Kebangkitan Nasional
Pada 20 Mei 2014 lalu merupakan hari kebangkitan nasional yang diperingati oleh bangsa Indonesia. Dengan hari kebangkitan nasional tersebut, bagaimana kita memaknai Kebangkitan Nasional Indonesia 2014?. Tentu kita harus tetap semangat membangun nasionalisme agar menjadi bangsa yang maju, berdaya saing, bermartabat, mandiri, dan sejahtera.Marilah dengan semangat kebangkitan nasional ini kita bahu membahu, dan bersatu bekerja demi kemajuan dan martabat bangsa. Marilah kita gelorakan semangat nasionalisme melalui empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Tidak ada jaminan bagi sebuah bangsa dan negara untuk bertahan secara kekal tanpa adanya kebulatan tekad dari seluruh masyarakat dan bangsanya untuk mempertahankan sendiri negara dan bangsanyaNegara Indonesia terdiri dari hampir 13 ribu pulau, ratusan bahasa dan suku bangsa sehingga sangat rentan terjadinya perpecahan jika tanpa ada kemauan dan tingginya rasa nasionalisme yang dimiliki oleh masyarakatnya, niscaya akan mengalami kehancuran. Sedikit saja gesekan yang terjadi dalam masyarakat maka akan berakibat fatal. Sering kita saksikan melalui media massa beberapa peristiwa yang mencabik-cabik rasa nasionalisme kebangsaan. Perang antarsuku, pemberontakan, tawuran warga dan lain-lain yang dapat menjadi pemicu disintegrasi bangsa. Untuk itu, peran media lokal sangat penting dalam memberikan pembelajaran kepada masyarakat tentang wawasan kebangsaan.
Media harus indepeden, berkarakter dan jujur dalam memberikan informasi kepada masyarakat serta mampu mengajak dan menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air kepada generasi muda dengan memberikan liputan yang berimbang dan objektif untuk mendorong pemahaman wawasan kebangsaan. Sehingga muncul rasa “kebangkitan nasional” dalam generasi muda untuk berusaha belajar, meraih prestasi, dan kemudian berkarya untuk mengisi pembangunan bangsa. Kita menyadari bahwa rasa kebangsaan dan nasionalisme yang terangkum dalam wawasan kebangsaan sudah semakin luntur didalam masyarakat, akibat kemajuan teknologi melalui media massa yang tanpa disadari telah memasukkan budaya yang tidak sesuai dengan kultur bangsa.Salah satu hal yang bisa menumbuhkan rasa kebangsaan adalah “Kebangkitan Nasional”, bangkit dari keterpurukan, bangkit dari ketertinggalan, bangkit dari ketidakadilan, bangkit dari kemiskinan dan kebodohan. Renungan singkat ini merupakan sebuah refleksi dan pemikiran kebangsaan bagi rakyat Indonesia pada umumnya dan pemimpin negeri ini pada khususnya untuk melakukan konsolidasi dalam menghadapi persoalan-persoalan kebangsaan. Revitalisasi seluruh nilai-nilai Kebangkitan Nasional yang terkristalisasi dalam kemeredekaan Indonesia pada dasarnya menganjurkan soliditas kebangsaan sebagai panduan yang harus segera diwujudkan dalam tata kelola ekonomi, politik, sosial, dan budaya demi mencapai Indonesia yang adil dan makmur.Wawasan kebangsaan harus ditumbuhkan mengingat sejarah bangsa dan sebagai generasi muda harus mengingat jerih payah dan keringat serta darah para pendiri negara, dengan demikian harus kita implimentasikan untuk mencintai bangsa dan negara. Tumbuhkan rasa ikatan yang kokoh dalam satu kesatuan dan kebersamaan sesama anggota masyarakat tanpa membedakan suku bangsa agama, ras, adat istiadat dan golongan, karena dengan mengingat sejarah, kita dapat memetik nilai-nilai karakter bangsa sehingga dapat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan.
Oleh karena itu, pembangunan bangsa melalui dasar Pancasila itu sangat tepat, karena akan melahirkan penerus yang juga memiliki dan memberikan sesuatu yang bermakna untuk Indonesia. “Korek api memiliki kepala tetapi tidak memiliki otak, karenanya setiap kali terjadi gesekan kecil, korek api itu langsung terbakar. Kita memiliki kepala dan otak, maka dari itu janganlah kita bereaksi seperti korek api, namun tersenyumlah semua akan berlalu dan ingatlah kemarahan dapat berkembang menjadi bahaya untuk itu berpikirlah, kemudian tanggapi jangan bereaksi”. @VIVAFORUM
Senin, 02 Juni 2014
MEMBINA RUMAH TANGGA IDAMAN
Membina Rumah Tangga Idaman
dakwatuna.com – Untuk mengawali tulisan ini, penulis ingin mengemukakan pengakuan seorang istri yang menulis sebuah Buku ‘Ala al-Jisr (di atas jembatan). Buku ini ditulis sebagai bukti kecintaannya kepada suaminya, Amin Khuli . inilah sebagian cuplikan itu…
” Tampak pada diri kita, bagi kita dan bersama kita, tanda-tanda Allah yang maha besar. Dia yang telah menciptakan kita dari jiwa yang satu. Kita dulu adalah satu yang tak terbilang, kesatuan yang tak bisa dibagi-bagi. Kisah perjalanan adalah legenda zaman, belum pernah dunia mendengarnya dan tidak mungkin terulang lagi sampai sang waktu akan berakhir punah.
Dr. Aisyah abd. al-Rahman/Bint al-Syati’
Sepanjang sejarah manusia, laki-laki dan perempuan saling membutuhkan satu sama lainnya, bahkan bagi nabi Adam, surga pun terasa kurang lengkap tanpa seorang pendamping (Hawa). Perempuan adalah permata yang memancarkan aura kekuatan yang akan membuat laki-laki menjadi super, dari malas menjadi semangat, dari lemah menjadi kuat, dan dari harapan menjadi kenyataan. Perempuan juga membuat hati yang kasar menjadi lembut, tangis menjadi tawa, dan sebaliknya bisa membuat laki-laki menjadi sosok yang kejam dan menakutkan. Fakta sejarah membuktikan bahwa dalam setiap kesuksesan orang besar, di belakangnya seringkali ada sosok perempuan yang selalu mensupportnya. Dan juga sebaliknya, sejarah pertumpahan darah sering kali terjadi demi memperebutkan seorang perempuan. Qabil adalah actor pertama dalam sejarah pembunuhan manusia yang dilakukan pada saudaranya sendiri Habil, demi sosok perempuan yang bernama Iqlima.
Demikianlah sunnatullah bahwa yang namanya laki-laki membutuhkan perempuan, dan sebaliknya perempuan juga membutuhkan sosok laki-laki, yang akan melindunginya, menjadi imam dalam menempuh perjalanan hidupnya, dan menjadi pembela dalam setiap desah nafasnya.
Di sinilah dibutuhkan tali sebagai penghubung yang akan mengikat antar keduanya, membangun bersama rumah surgawi, dan mencetak generasi-generasi Islami. Itulah pernikahan. Untuk mewujudkan semua itu, kita harus merumuskan siapakah sosok ideal yang akan menjadi pendamping hidup kita, sehingga kita dan pasangan kita akan merasa menjadi manusia yang paling bahagia. Dan mungkin kelak akan menjadi kenangan indah yang takkan pernah terlupakan sepanjang masa seperti kokohnya Tajmahal yang menjadi lambang kecintaan suami pada istri tercintanya, mumtaz. Inilah contoh-contoh untuk membangun ” Baiti Jannati” rumahku adalah surgaku…
Alangkah indahnya punya sosok istri seperti Siti Khadijah, istri yang membuat nabi selalu ingat sepanjang masa, istri yang selalu ada dalam bahagia maupun duka, menghiburnya saat beliau bersedih, dan menjadi tempat curahan keluh-kesahnya. Sosok istri yang posisinya tak tergantikan sehingga nabi sulit melupakannya, bahkan sampai tiga atau empat tahun setelah kewafatannya baru nabi mencari penggantinya. nabi pernah berkata pada Siti Aisyah “Allah tidak mengganti Khadijah dengan yang lebih baik, dia percaya padaku saat semua orang tidak mempercayaiku, dia membenarkan aku saat semua manusia mendustakanku, berbagi harta denganku saat semua orang mengharamkan padaku. Dan Allah memberikan keturunan darinya dimana Allah mengharamkan dari yang lainnya.
Alangkah bahagianya seorang istri yang mempunyai sosok suami seperti Rasulullah, suami yang memanggil Siti Aisyah dengan sebutan “Ya Humaira’”, suami yang bila istrinya keluar rumah digandeng dan dihantar sampai ke atas kendaraan, sosok suami yang membuat Siti Aisyah menangis terharu saat melihat suaminya tertidur di depan pintu, saat itu nabi kemalaman datang berkunjung ke rumah Siti Aisyah. Paginya Siti Aisyah minta maaf, tapi apa jawaban nabi, tidak Aisyah, aku yang salah, aku terlalu malam datang ke sini.
Alangkah beruntungnya suami yang mempunyai istri seperti Siti Hajar yang rela di tinggal suami di sebuah lembah yang tak berpenghuni dalam keadaan menyusui karena demi sebuah perintah. Atau seperti istrinya Umar bin Abdul Aziz yang rela meninggalkan harta perhiasannya dan memilih ikut bersama suaminya. Dan masih banyak contoh-contoh sosok suami-istri yang membangun rumah tangganya bak taman surgawi.
Namun alangkah malangnya suami-Istri yang tidak bisa saling membahagiakan, tidak bisa saling mengalah, dan tidak bisa saling mengerti. Alangkah malangnya suami jika punya istri yang berkarir hingga pulang larut malam, tidak ada yang menyambut suami ketika datang dari kantor , tidak ada senyum manis sang istri di depan pintu, dan istri sudah tidak sempat lagi membuatkan masakan untuk suaminya. Semuanya pada sibuk, rumah hanya sebagai tempat istirahat dengan segala kelelahan yang dibawa dari tempat kerja masing-masing, rumah hanya menjadi tempat pelampiasan kemarahan, pertengkaran sering mewarnai keseharian, dan ketika di tegur, Istri selalu berdalih emansipasi wanita yang kadang dengan alasan seperti ini istri sering melupakan kewajibannya. Anak-anak kurang mendapatkan kasih sayang, dan suami sudah tidak lagi merindukan senyum sang istri. Apakah keluarga seperti ini yang dirindukan? “
Baiti Jannati” rumahku adalah surgaku bukan untuk diimpikan tapi harus diusahakan. Kebahagiaan tidak datang begitu saja, harus ada upaya dari keduanya. Suami-istri harus bisa merawat, saling melengkapi satu sama lain, dan saling memahami hak dan kewajiban masing-masing sehingga rumah tangga itu bisa tetap utuh. Dengan saling memahami dan berusaha untuk saling memberikan yang terbaik, Insya Allah rumah surgawi akan menjadi kenyataan bukan hanya impian.
(hdn)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2010/12/10/10248/membina-rumah-tangga-idaman/#ixzz33USrsUkp
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
dakwatuna.com – Untuk mengawali tulisan ini, penulis ingin mengemukakan pengakuan seorang istri yang menulis sebuah Buku ‘Ala al-Jisr (di atas jembatan). Buku ini ditulis sebagai bukti kecintaannya kepada suaminya, Amin Khuli . inilah sebagian cuplikan itu…
” Tampak pada diri kita, bagi kita dan bersama kita, tanda-tanda Allah yang maha besar. Dia yang telah menciptakan kita dari jiwa yang satu. Kita dulu adalah satu yang tak terbilang, kesatuan yang tak bisa dibagi-bagi. Kisah perjalanan adalah legenda zaman, belum pernah dunia mendengarnya dan tidak mungkin terulang lagi sampai sang waktu akan berakhir punah.
Dr. Aisyah abd. al-Rahman/Bint al-Syati’
Sepanjang sejarah manusia, laki-laki dan perempuan saling membutuhkan satu sama lainnya, bahkan bagi nabi Adam, surga pun terasa kurang lengkap tanpa seorang pendamping (Hawa). Perempuan adalah permata yang memancarkan aura kekuatan yang akan membuat laki-laki menjadi super, dari malas menjadi semangat, dari lemah menjadi kuat, dan dari harapan menjadi kenyataan. Perempuan juga membuat hati yang kasar menjadi lembut, tangis menjadi tawa, dan sebaliknya bisa membuat laki-laki menjadi sosok yang kejam dan menakutkan. Fakta sejarah membuktikan bahwa dalam setiap kesuksesan orang besar, di belakangnya seringkali ada sosok perempuan yang selalu mensupportnya. Dan juga sebaliknya, sejarah pertumpahan darah sering kali terjadi demi memperebutkan seorang perempuan. Qabil adalah actor pertama dalam sejarah pembunuhan manusia yang dilakukan pada saudaranya sendiri Habil, demi sosok perempuan yang bernama Iqlima.
Demikianlah sunnatullah bahwa yang namanya laki-laki membutuhkan perempuan, dan sebaliknya perempuan juga membutuhkan sosok laki-laki, yang akan melindunginya, menjadi imam dalam menempuh perjalanan hidupnya, dan menjadi pembela dalam setiap desah nafasnya.
Di sinilah dibutuhkan tali sebagai penghubung yang akan mengikat antar keduanya, membangun bersama rumah surgawi, dan mencetak generasi-generasi Islami. Itulah pernikahan. Untuk mewujudkan semua itu, kita harus merumuskan siapakah sosok ideal yang akan menjadi pendamping hidup kita, sehingga kita dan pasangan kita akan merasa menjadi manusia yang paling bahagia. Dan mungkin kelak akan menjadi kenangan indah yang takkan pernah terlupakan sepanjang masa seperti kokohnya Tajmahal yang menjadi lambang kecintaan suami pada istri tercintanya, mumtaz. Inilah contoh-contoh untuk membangun ” Baiti Jannati” rumahku adalah surgaku…
Alangkah indahnya punya sosok istri seperti Siti Khadijah, istri yang membuat nabi selalu ingat sepanjang masa, istri yang selalu ada dalam bahagia maupun duka, menghiburnya saat beliau bersedih, dan menjadi tempat curahan keluh-kesahnya. Sosok istri yang posisinya tak tergantikan sehingga nabi sulit melupakannya, bahkan sampai tiga atau empat tahun setelah kewafatannya baru nabi mencari penggantinya. nabi pernah berkata pada Siti Aisyah “Allah tidak mengganti Khadijah dengan yang lebih baik, dia percaya padaku saat semua orang tidak mempercayaiku, dia membenarkan aku saat semua manusia mendustakanku, berbagi harta denganku saat semua orang mengharamkan padaku. Dan Allah memberikan keturunan darinya dimana Allah mengharamkan dari yang lainnya.
Alangkah bahagianya seorang istri yang mempunyai sosok suami seperti Rasulullah, suami yang memanggil Siti Aisyah dengan sebutan “Ya Humaira’”, suami yang bila istrinya keluar rumah digandeng dan dihantar sampai ke atas kendaraan, sosok suami yang membuat Siti Aisyah menangis terharu saat melihat suaminya tertidur di depan pintu, saat itu nabi kemalaman datang berkunjung ke rumah Siti Aisyah. Paginya Siti Aisyah minta maaf, tapi apa jawaban nabi, tidak Aisyah, aku yang salah, aku terlalu malam datang ke sini.
Alangkah beruntungnya suami yang mempunyai istri seperti Siti Hajar yang rela di tinggal suami di sebuah lembah yang tak berpenghuni dalam keadaan menyusui karena demi sebuah perintah. Atau seperti istrinya Umar bin Abdul Aziz yang rela meninggalkan harta perhiasannya dan memilih ikut bersama suaminya. Dan masih banyak contoh-contoh sosok suami-istri yang membangun rumah tangganya bak taman surgawi.
Namun alangkah malangnya suami-Istri yang tidak bisa saling membahagiakan, tidak bisa saling mengalah, dan tidak bisa saling mengerti. Alangkah malangnya suami jika punya istri yang berkarir hingga pulang larut malam, tidak ada yang menyambut suami ketika datang dari kantor , tidak ada senyum manis sang istri di depan pintu, dan istri sudah tidak sempat lagi membuatkan masakan untuk suaminya. Semuanya pada sibuk, rumah hanya sebagai tempat istirahat dengan segala kelelahan yang dibawa dari tempat kerja masing-masing, rumah hanya menjadi tempat pelampiasan kemarahan, pertengkaran sering mewarnai keseharian, dan ketika di tegur, Istri selalu berdalih emansipasi wanita yang kadang dengan alasan seperti ini istri sering melupakan kewajibannya. Anak-anak kurang mendapatkan kasih sayang, dan suami sudah tidak lagi merindukan senyum sang istri. Apakah keluarga seperti ini yang dirindukan? “
Baiti Jannati” rumahku adalah surgaku bukan untuk diimpikan tapi harus diusahakan. Kebahagiaan tidak datang begitu saja, harus ada upaya dari keduanya. Suami-istri harus bisa merawat, saling melengkapi satu sama lain, dan saling memahami hak dan kewajiban masing-masing sehingga rumah tangga itu bisa tetap utuh. Dengan saling memahami dan berusaha untuk saling memberikan yang terbaik, Insya Allah rumah surgawi akan menjadi kenyataan bukan hanya impian.
(hdn)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2010/12/10/10248/membina-rumah-tangga-idaman/#ixzz33USrsUkp
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Jumat, 30 Mei 2014
Kuota Nasional Haji Diisi Sesuai Nomor Urut 1435 H
Plt. Menag Agung Laksono: Kuota Nasional Haji Diisi Sesuai Nomor Urut
Jakarta (Pinmas) —- Pelaksana Tugas Menteri Agama Agung Laksono memastikan bahwa pengisian sisa kouta nasional pada penyelenggaraan ibadah haji 1435H/2014M akan dilakukan sesuai nomor urut pendaftaran haji.
“Pengisian sisa kuota nasional tetap dilakukan sesuai nomor urut pendaftaran haji,” tegas Agung Laksono dalam konferensi pers terkait perkembangan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1435H/2014M.
Sehubungan itu, Agung Laksono mengimbau kepada semua pihak, baik masyarakat umum, instansi Pemerintah, maupun organisasi sosial kemasyarakatan agar tidak mencari-cari peluang dari kuota nasional atau tergoda tawaran-tawaran untuk mempercepat pemberangkatan haji dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Masyarakat agar tidak mencari-cari atau tergoda tawaran untuk mempercepat antrian haji,” terang Agung Laksono. (mkd/mkd)
Rabu, 28 Mei 2014
Tahun Ini Penentu Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013 PAI
Tahun Ini Penentu Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013 PAI
Jakarta (Pinmas) —- Tahun 2014 merupakan penentu berhasil tidaknya implementasi kurikulum 2013 untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti. Sebab, di tahun inilah semua yang menyangkut tanggung jawab Kemenag dalam implementasi kurikulum 2013 PAI disiapkan.
“2014 tahun yang menentukan. Karena semua persiapan implementasi kurikulum 2013 PAI dilakukan, mulai dari bimbingan teknis (bimtek), penyiapan media pembelajaran, penyusunan pedoman operasional, hingga pendampingan,” demikian penegasan Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Amin Haedari kepada Pinmas saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (26/05).
Amin menjelaskan bahwa kurikulum 2013 PAI pada sekolah dilaksanakan secara bersama-sama dengan mata pelajaran lain di sekolah-sekolah sasaran implementasi kurikulum 2013 yang ditunjuk Kemendikbud. Sejak tahun lalu, Pemerintah telah menetapkan 6.329 sekolah sebagai sasaran implemetasi kurikulum 2013. Rinciannya, 2.598 SD, 1.437 SMP, 1.267 SMA, dan 1.027 SMK. Selain itu, pelaksanaan kurikulum itu juga bertahap, kelas 1 dan 4 SD, Kelas 7 SMP, dan Kelas 10 SMA/SMK.
Dalam pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 PAI ini, lanjut Amin, Kementerian Agama berbagi tugas dengan Kemendikbud. “Kemenag bertanggungjawab bimteknya, sementara Kemendikbud berkewajiban menyediakan buku siswa dan buku guru,” terang Amin.
Dikatakan Amin bahwa pada tahun 2013, Direktorat yang dipimpinnya telah menempuh tiga tahapan persiapan implementasi kurikulum 2013 PAI. Ketiga tahapan persiapan itu adalah mempersiapkan instruktur, melakukan bimtek pada sekolah sasaran, dan memperluas cakupan bimtek.
“Direktorat telah melatih 405 instruktur nasional, baik dari unsur Guru PAI, Pengawas PAI maupun Dosen PTAI,” jelas Amin.
“405 instruktur nasional inilah yang melatih bimtek Guru PAI pada sekolah-sekolah sasaran implementasi kurikulum 2013. Tidak hanya itu, cakupan bimtek juga diperluas lagi hingga dapat melatih 60.000 Guru PAI yang tersebar di seluruh Indonesia,” tegas Amin.
Untuk tahun 2014, Amin menjelaskan, implementasi kurikulum 2013 PAI dimulai dengan melakukan evaluasi pelaksanaan bimtek kurikulum PAI. Hasil evaluasi menunjukan bahwa guru-guru ternyata masih menemukan kesulitan dalam menyusun RPP, mempraktikkan pembelajaran saintifik, dan penilaian otentik.
“Evaluasi ini tidak berbeda dengan temuan Wapres RI Budiono saat melakukan monitoring kurikulum 2013 di Jakarta beberapa waktu lalu,” tambah Amin.
Menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut, Direktorat PAI melakukan lima langkah, yaitu: refreshment 405 instruktur nasional, percepatan bimtek kurikulum, pembuatan media pembelajaran PAI Kurikulum 2013 PAI berbasis ICT, penyusunan pedoman operasional kurikulum, dan pendampingan. Refresment instruktur dititikberatkan pada RPP, pendalaman pembelajaran saintifik dan penilaian otentik. “Instruktur nasional harus di-refresh selama 72 jpl,” tutur Amin.
Dikatakan Amin bahwa instruktur nasional inilah yang akan ditugaskan untuk melatih Guru PAI dalam bimtek kurikulum 2013 PAI, baik yang diselenggarakan oleh Pusat dan Daerah. Kemenag Pusat melalui Direktorat PAI akan melatih 7.320 orang, sedangkan Kanwil/Kantor Kemenag Kabupaten/Kota kebagian melatih sebanyak 44.000 GPAI.
“Bimtek kurikulum 2013 PAI ini menjadi program prioritas nasional dan tagihan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau UKP4,” pungkas Amin. (ah/mkd/mkd)
ISLAM SANGAT MEMBENCI FITNAH
Islam Sangat Membenci Fitnah
Bogor (Pinmas) —- Ada yang berbeda dalam peringatan Isra Mikraj kenegaraan tahun ini. Tidak seperti biasanya, peringatan peristiwa bersejarah dalam Islam ini dilakukan di Istana Bogor, bukan di istana negara. Hal lain yang membedakan adalah Isra Mikraj tahun ini diperingati dalam suasana politik yang cukup intens seiring semakin dekatnya penyelenggaraan pesta rakyat pemilihan Presiden Juli mendatang.
Pernyataan saling dukung yang terkadang menjurus kepada black campaigne mulai terdengar dari masing-masing pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.
“Islam sangat membenci fitnah dan sekaligus para juru fitnah,” demikian penegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyampaikan amanatnya pada Peringatan Isra’ Mi’raj kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/05) malam.
Hadir pada peringatan ini Wapres Boediono, bersama para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, termasuk Pelaksana Tugas Menteri Agama Agung Laksono. Tampak hadir juga, Wamenag Nasaruddin Umar, Irjen Kemenag M Jasin, Dirjen Bimas Islam Abd Djamil, dan para pejabat Esselon II Kementerian Agama.
“Segala bentuk fitnah merupakan perbuatan yang sangat di benci dalam ajaran Islam,” tandasnya.
Menurutnya, Islam sangat tidak mentolerir fitnah dalam bentuk apapun. Bahkan, lanjut Presiden, sering terdengar di telinga kita sebuah pesan bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Presiden SBY berharap, masyarakat Indonesia bisa mengambil hikmah peringatan Isra Mikraj dengan baik sehingga tidak terjebak pada sikap saling memfitnah karena Islam sangat membenci fitnah.
“Jangan saling memfitnah, apalagi pada waktu dekat ini kita akan dihadapkan pada pemilu Capres-Cawapres 2014,” katanya.
“Sekarang ini sudah mulai dirasakan kompetisi jelang Pemipihan Presiden 2014. Oleh karena itu, janganlah kita saling memfitnah, saling merusak dan saling menghancurkan. Larangan memfitnah itu sudah jelas diterangkan dalam firman Allah dalam Surah Al Hujarat ayat 6,” imbunnya.
Betindak sebagai penceramah, Profesor Riset Bidang Geologi dan Geofisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Ir. H. Hery Harjono menjelaskan sejarah Isra’ Mi’raj di masa Rasulullah Saw dengan mengusung Tema: “Isra’ Mi’raj dalam Perspektif Sains dan Teknologi”. Menurutnya, pencapaian-pencapaian sains dan teknologi sampai sekarang ini, bak tangga-tangga (ma’arij) yang disusun sedikit demi sedikit dan dari generasi ke generasi hingga semakin tinggi, haruslah dimaknai bukan hanya untuk mengenal penciptaan itu sendiri tetapi lebih untuk mengenal Sang Pencipta.
“Pertemuan antara pendalaman makna-makna dari sisi Syar’i dan pengungkapan fakta-fakta dari sisi sains adalah sangat penting,” jelasnya.
“Mi’raj adalah sepenuhnya kekuasaan Allah Swt yang tak tertandingi,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama Pelaksana Tugas Menteri Agama Agung Laksono, menyampaikan apresiasinya terhadap uraian hikmah yang disampaikan Hery Harjono yang memadukan pendekatan keilmuan dan keimanan dalam mengurai makna peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah pada malam 27 Rajab Tahun ke 11 kenabiannya itu.
“Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan kejadian yang sangat fenomenal baik bagi diri Rasulullah sendiri maupun umat Islam secara keseluruhan. Peristiwa ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk terus berusaha memahami rahasia dan makna dibalik fenomena yang secara logika tak masuk di akal,” jelasnya.
“Dengan pendekatan imaniah dan ilmiah terhadap peristiwa itu, akan menepis anggapan sementara kalangan bahwa perjalanan Isra Mikraj hanyalah khayalan belaka yang tak masuk akal,” imbuhnya.
Agung menambahkan, Islam mengukuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sesuatu yang sangat penting, merangkulnya sedemikian rupa hingga dapat disamakan dengan jihad bagi perjuangan dalam menemukan fenomena dan rahasia alam ini.
“Islam juga memandang bahwa teknologi memberikan kemudahan-kemudahan bagi manusia dalam menjalankan aktifitas dari berbagai dimensi,” tuturnya. (Arief/mkd/mkd)
Selasa, 27 Mei 2014
SNMPTN 2014 Prog Studi SMAN 2 Kandangan yg berhasil
Hasil Seleksi
SNMPTN 2014 SMAN 2 KANDANGAN No. Nama
Siswa PTN Program Studi
1 AGUSTIN MEGA JUWITA UNLAM KEHUTANAN
2 AKHMAD UNLAM MANAJEMEN
3 AMALIA HASANAH UNLAM PSIKOLOGI
4 ANI RAHMIANI UNLAM TEKNIK SIPIL
5 ANTON HIDAYAT UNLAM KEHUTANAN
6 APRIA KHALIDA ROSIE UNLAM TEKNIK SIPIL
7 BELLA SELVINA UNLAM ILMU HUKUM
8 BIMANTORO KARANG SASONGKO UNLAM ILMU ADMINISTRASI BISNIS
9 DINA NOOR FAIZAH UNLAM AGRIBISNIS
10 DINA YULIANTI UNLAM ILMU PEMERINTAHAN
11 DINI RAHMADINA UNLAM MANAJEMEN
12 DISYACITTA CAMELIA UNLAM PEND. BIOLOGI
13 EDY RIZALI UNLAM KEHUTANAN
14 ERINDA SUSANTI UNLAM ILMU KOMUNIKASI
15 ERLIYANA UNLAM ILMU KEPERAWATAN
16 ERMA EKAWATI UNLAM AGRIBISNIS
17 FARIDHA RIFQI UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
18 FIQRI LATIFAH UNLAM PENDIDIKAN LUAR BIASA
19 GITA MELIAWATI UNLAM FARMASI
20 H. SAMEH RAMADHAN UNLAM ILMU ADMINISTRASI BISNIS
21 IRINE ANGELLA UNM MALANG TEKNIK SIPIL
22 IRMA UTARI UNLAM PEND. GEOGRAFI
23 JAMILAH UNLAM AGRIBISNIS
24 MEGAWATI ERLITA UNLAM ILMU PEMERINTAHAN
25 MONALISA UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
26 MUHAMMAD ABDI UNLAM AGRIBISNIS
27 MUHAMMAD ALAUDDIN UNLAM ILMU KOMUNIKASI
28 MUHAMMAD ERFANSYAH UNLAM ILMU HUKUM
29 MUHAMMAD FAJRIEN NOOR UNLAM TEKNIK SIPIL
30 MUHAMMAD LANA FIRDAUS UNLAM PEND. GEOGRAFI
31 MUHAMMAD REZA WAHYUDI UNLAM PEND. GEOGRAFI
32 MUHAMMAD RISWAN RAHMANI UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
33 MUSLIMA HIDAYATI UNLAM AGRIBISNIS
34 NITA AULIA SARI UNLAM PEND. GEOGRAFI
35 NOR IZATI UNLAM PEND. GEOGRAFI
36 NORLAILI INDAH SARI UNLAM ILMU KEPERAWATAN
37 NURLIANY UNPAR ARSITEKTUR
38 NURUL ADNI SUSARI UNLAM PENDIDIKAN LUAR BIASA
39 RAFIAH UNLAM KEHUTANAN
40 RAHMIDA UNLAM PEND. SOSIOLOGI
41 RAINA HIDAYATI UNLAM PEND. SOSIOLOGI
42 RAUDATUL JANNAH UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
43 RIA MARIANI UNLAM PEND. GEOGRAFI
44 RISA PUSPITA SARI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG P. SENI DRAMA, TARI & MUSIK (P. SENI TARI)
45 RISKA UNLAM ILMU PEMERINTAHAN
46 RIZA IRFANSYAH UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
47 SERFINA YOLANDA UNIVERSITAS NEGERI MALANG PENDIDIKAN LUAR BIASA
48 SHINTA ELISA UNLAM PEND. GEOGRAFI
49 SIDRAH MUNTAHA UNLAM AGRIBISNIS
50 SITI RAKHMAINA HAFNI UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
51 TANTI NUR APRILIA UNLAM FARMASI
52 YUHIA PUTRI SALMAINI UNLAM BIOLOGI
1 AGUSTIN MEGA JUWITA UNLAM KEHUTANAN
2 AKHMAD UNLAM MANAJEMEN
3 AMALIA HASANAH UNLAM PSIKOLOGI
4 ANI RAHMIANI UNLAM TEKNIK SIPIL
5 ANTON HIDAYAT UNLAM KEHUTANAN
6 APRIA KHALIDA ROSIE UNLAM TEKNIK SIPIL
7 BELLA SELVINA UNLAM ILMU HUKUM
8 BIMANTORO KARANG SASONGKO UNLAM ILMU ADMINISTRASI BISNIS
9 DINA NOOR FAIZAH UNLAM AGRIBISNIS
10 DINA YULIANTI UNLAM ILMU PEMERINTAHAN
11 DINI RAHMADINA UNLAM MANAJEMEN
12 DISYACITTA CAMELIA UNLAM PEND. BIOLOGI
13 EDY RIZALI UNLAM KEHUTANAN
14 ERINDA SUSANTI UNLAM ILMU KOMUNIKASI
15 ERLIYANA UNLAM ILMU KEPERAWATAN
16 ERMA EKAWATI UNLAM AGRIBISNIS
17 FARIDHA RIFQI UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
18 FIQRI LATIFAH UNLAM PENDIDIKAN LUAR BIASA
19 GITA MELIAWATI UNLAM FARMASI
20 H. SAMEH RAMADHAN UNLAM ILMU ADMINISTRASI BISNIS
21 IRINE ANGELLA UNM MALANG TEKNIK SIPIL
22 IRMA UTARI UNLAM PEND. GEOGRAFI
23 JAMILAH UNLAM AGRIBISNIS
24 MEGAWATI ERLITA UNLAM ILMU PEMERINTAHAN
25 MONALISA UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
26 MUHAMMAD ABDI UNLAM AGRIBISNIS
27 MUHAMMAD ALAUDDIN UNLAM ILMU KOMUNIKASI
28 MUHAMMAD ERFANSYAH UNLAM ILMU HUKUM
29 MUHAMMAD FAJRIEN NOOR UNLAM TEKNIK SIPIL
30 MUHAMMAD LANA FIRDAUS UNLAM PEND. GEOGRAFI
31 MUHAMMAD REZA WAHYUDI UNLAM PEND. GEOGRAFI
32 MUHAMMAD RISWAN RAHMANI UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
33 MUSLIMA HIDAYATI UNLAM AGRIBISNIS
34 NITA AULIA SARI UNLAM PEND. GEOGRAFI
35 NOR IZATI UNLAM PEND. GEOGRAFI
36 NORLAILI INDAH SARI UNLAM ILMU KEPERAWATAN
37 NURLIANY UNPAR ARSITEKTUR
38 NURUL ADNI SUSARI UNLAM PENDIDIKAN LUAR BIASA
39 RAFIAH UNLAM KEHUTANAN
40 RAHMIDA UNLAM PEND. SOSIOLOGI
41 RAINA HIDAYATI UNLAM PEND. SOSIOLOGI
42 RAUDATUL JANNAH UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
43 RIA MARIANI UNLAM PEND. GEOGRAFI
44 RISA PUSPITA SARI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG P. SENI DRAMA, TARI & MUSIK (P. SENI TARI)
45 RISKA UNLAM ILMU PEMERINTAHAN
46 RIZA IRFANSYAH UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
47 SERFINA YOLANDA UNIVERSITAS NEGERI MALANG PENDIDIKAN LUAR BIASA
48 SHINTA ELISA UNLAM PEND. GEOGRAFI
49 SIDRAH MUNTAHA UNLAM AGRIBISNIS
50 SITI RAKHMAINA HAFNI UNLAM PEND. BIMBINGAN KONSELING
51 TANTI NUR APRILIA UNLAM FARMASI
52 YUHIA PUTRI SALMAINI UNLAM BIOLOGI
Langganan:
Postingan (Atom)